• INI GAMBAR NORAH JONES
    Norah Jones adalah seorang musisi jazz yang sudah banyak mendapatkan Grammy Award

Tampilkan postingan dengan label Pitutur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pitutur. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 April 2011

Nasib 4 buah Lilin


Al Kisah seorang anak yang masih kecil dan lugu, Kiki teman-temannya memanggilnya hari ini  ia telihat sangat riang dengan membawa 4 buah lilin ditangannya, sebut saja lilin yang pertama yaitu Lilin Cinta, lilin yang ke dua yaitu Lilin Kasih Sayang, sedangkan lilin yang ke tiga adalah Lilin Harapan dan lilin yang ke empat adalah Lilin Semangat. Kini ke empat lilin miliknya telah menyala dan menerangi ruangan disekitarnya.Kiki tersenyum kegirangan melihat keempat lilinnya tlah menyala.
Namun tak lama kemudian Lilin Cinta berkeluh kesah “ apakah Lilin  Cinta masih dibutuhkan lagi ? .....banyak orang sekarang ini sudah tak tau lagi arti dan makna dari cinta  itu sendiri  ...bahkan cinta sering orang gadaikan atas nama harta ” .....tak lama kemudian ........lilin cinta pun  padam  Nasib Lilin Kasih sayang tak jauh beda dengan Lilin Cinta. Kasih Sayang juga sudah banyak ditinggalkan orang akhir-akhir ini baik masyarakat, pejabat maupun pemimpinnya taklagi mengutamakan kasih sayang pada sesamanya, entah kenapa itu bisa terjadi ? akhirnya Lilin Kasih Sayang itu pun menjadi padam  Tinggallah sekarang Lilin Harapan dan Lilin Semangat yang ada, Namun Lilin Harapan pun harus menyusul lilin yang  lain  karena kini harapan demi harapan seakan kian menjauh  dari kenyataan .....kini banyak orang yang hanya mementingkan nasib golongan dan kepentingan perut sendiri,.... harapanpun kian jauh.... akhirnya Lilin Harapanpun menjadi padam. Kiki berteriak sedih "kenapa ruangan jadi gelap? kenapa lilin lilin tak lagi menyala bersama ?" ia  sangat sedih melihatnya. Lilin ke empat Lilin Semangat memanggilnya “ jangan berputus asa nak masih ada Lilin Semangat yang akan tetap menyala dan tak boleh padam untuk menggapai semua harapan.

Sabtu, 19 Februari 2011

Syair Kanjeng Sunan Kalijaga (lir-Ilir)

ILIR-ILIR

Ilir ilir, ilir ilir, tandure wus sumilir
Tak ijo royo royo, tak sengguh temanten anyar
Cah angon, cah angon, penekna blimbing kuwi
Lunyu lunyu penekna, kanggo basuh dodot ira
Dodot ira, dodot ira, kumitir bedah ing pinggir
Dondomana, jlumatana, kanggo seba mengko sore
Mumpung gedhe rembulane, mumpung jembar kalangane
Ya suraka, surak hiya
Berikut ini adalah penjabaran dari makna yang terkandung dari Tembang Ilir-ilir itu. Baik berupa makna harfiah atau terjemahannya dalam bahasa Indonesia (BI), atau makna sesungguhnya (MS) yang terkandung di dalamnya.
***
Ilir-ilir
Ilir-ilir, Ilir-ilir, tandure (hu)wus sumilir
(BI) Bangunlah, bangunlah, tanamannya telah bersemi
(MS) Kanjeng Sunan mengingatkan agar orang-orang Islam segera bangun dan bergerak. Karena saatnya telah tiba. Karena bagaikan tanaman yang telah siap dipanen, demikian pula rakyat di Jawa saat itu (setelah kejatuhan Majapahit) telah siap menerima petunjuk dan ajaran Islam dari para wali.
Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar
BI) Bagaikan warna hijau yang menyejukkan, bagaikan sepasang pengantin baru
( MS) Hijau adalah warna kejayaan Islam, dan agama Islam disini digambarkan seperti pengantin baru yang menarik hati siapapun yang melihatnya dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang sekitarnya.
Cah angon, cah angon, penek(e)na blimbing kuwi
(BI) Anak gembala, anak gembala, tolong panjatkan pohon belimbing itu.
(MS) Yang disebut anak gembala disini adalah para pemimpin. Dan belimbing adalah buah bersegi lima, yang merupakan simbol dari lima rukun Islam dan sholat lima waktu. Jadi para pemimpin diperintahkan oleh Sunan Kalijaga untuk memberi contoh kepada rakyatnya dengan menjalankan ajaran Islam secara benar. Yaitu dengan menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu.
Lunyu-lunyu penek(e)na kanggo mbasuh dodot (s)ira
(BI) Biarpun licin, tetaplah memanjatnya, untuk mencuci kain dodot mu.
(MS) Dodot adalah sejenis kain kebesaran orang Jawa yang hanya digunakan pada upacara-upacara atau saat-saat penting. Dan buah belimbing pada jaman dahulu, karena kandungan asamnya sering digunakan sebagai pencuci kain, terutama untuk merawat kain batik supaya tetap awet. Dengan kalimat ini Sunan Kalijaga memerintahkan orang Islam untuk tetap berusaha menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu walaupun banyak rintangannya (licin jalannya). Semuanya itu diperlukan untuk menjaga kehidupan beragama mereka. Karena menurut orang Jawa, agama itu seperti pakaian bagi jiwanya. Walaupun bukan sembarang pakaian biasa.
Dodot (s)ira, dodot (s)ira kumitir bedah ing pingggir
(BI) Kain dodotmu, kain dodotmu, telah rusak dan robek
(MS) Saat itu kemerosotan moral telah menyebabkan banyak orang meninggalkan ajaran agama mereka sehingga kehidupan beragama mereka digambarkan seperti pakaian yang telah rusak dan robek.
Dondomana, jlumatana, kanggo seba mengko sore
(BI) Jahitlah, tisiklah untuk menghadap (Gustimu) nanti sore
(MS) Seba artinya menghadap orang yang berkuasa (raja/gusti), oleh karena itu disebut ‘paseban’ yaitu tempat menghadap raja. Di sini Sunan Kalijaga memerintahkan agar orang Jawa memperbaiki kehidupan beragamanya yang telah rusak tadi dengan cara menjalankan ajaran agama Islam secara benar, untuk bekal menghadap Allah SWT di hari nanti.
Mumpung gedhe rembulane, mumpung jembar kalangane
(BI) Selagi rembulan masih purnama, selagi tempat masih luas dan lapang
(MS) Selagi masih banyak waktu, selagi masih lapang kesempatan, perbaikilah kehidupan beragamamu.
Ya suraka, surak hiya
(BI) Ya, bersoraklah, berteriak-lah IYA
(MS) Di saatnya nanti datang panggilan dari Yang Maha Kuasa nanti, sepatutnya bagi mereka yang telah menjaga kehidupan beragamanya dengan baik untuk menjawabnya dengan gembira.
***
Demikianlah petuah dari Sunan Kalijaga lima abad yang lalu, yang sampai saat ini pun masih tetap terasa relevansinya. Semoga petuah dari salah seorang waliyullah kenamaan ini membuat kita semakin bersemangat dalam menjalankan ibadah kita di bulan yang penuh rahmat ini. Amin, amin, amin.

oleh :yudishardis