• INI GAMBAR NORAH JONES
    Norah Jones adalah seorang musisi jazz yang sudah banyak mendapatkan Grammy Award

Tampilkan postingan dengan label Kebagoran Net. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebagoran Net. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Desember 2014

Karnaval Desa Kebagoran



Beginilah uasana Kemeriahan yang ditunjukan para warga desa saat merayakan peringatan HUT RI ke 69 di desa Kebagoran. tua, muda, mudi tak terkecuali semua terlihat antusias dalam mengikuti karnaval ini

Sabtu, 11 Juni 2011

Petani Desa Kebagoran adakan Sekolah Lapang Iklim Tanggulangi Ulat Bulu



KEBUMEN-Ulat bulu di berbagai daerah Jawa Tengah menimbulkan kecemasan petani Kebumen. Berbagai upaya pun lantas dilakukan, agar hama tersebut tidak sampai ke kabupaten berslogan Beriman itu.

Salah satunya melalui sekolah lapang iklim yang digiatkan petani Desa Kebagoran, Kecamatan Pejagoan, Kebumen, kemarin. Sekolah untuk mengenal organisme pengganggu tanaman (OPT) dan bencana alam itu juga langsung dipraktikkan petani. 

Setelah mendapatkan teori dari pemandu lapangan Suripto dan pengamat hama Sugino,  peserta kegiatan yang dihadiri Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Kebumen Dian Lestari SP itu juga terjun ke sawah yang sudah ditanami padi. Hadir pula perwakilan dari Laboratorium Pengaman Hama Temanggung, I Made Redana.

Menurut Suripto, iklim berpengaruh besar terhadap OPT. Karena itu, dengan mengikuti sekolah lapang iklim, petani diharapkan bisa mengatasi hama yang terdeteksi tersebut, seperti serangan ulat bulu.
Selain suhu, petani juga mengenal kelembaban, angin, dan curah hujan. Termasuk bencana alam seperti banjir dan kekeringan.

Dalam praktiknya, petani Kebagoran menggunakan alat berupa termometer untuk mengetahui suhu, hidrometer mengetahui kelembaban, serta kombrometer untuk mengetahui curah hujan.
Lebih Waspada ”Dengan penanganan tersebut, petani menjadi lebih waspada. Setelah ditemukan ada OPT, lantas ditanggulangi,” imbuh Suripto.
Di Kebumen, sekolah lapang iklim itu baru dilaksanakan empat kali. Antusias petani Kebumen cukup besar untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Apalagi akhir-akhir ini merebak ulat bulu yang mengancam tanaman pertanian dan perkebunan. Situasi yang menakutkan bagi petani itu ternyata sudah sampai ke Purworejo.

Bagi Suripto, keingintahuan petani di Kebumen akan kondisi iklim itu suatu kemajuan. ”Setidak-tidaknya petani menjadi tahu dan mau mengamati di lapangan sehingga kendala OPT bisa ditanggulangi,” imbuhnya.

Dengan penanggulangan OPT, Suripto optimistis produksi pertanian meningkat hingga 25 persen.

Ketua Komisi B Dian Lestari berharap, sekolah lapang iklim itu digiatkan petani di Kebumen.

”Ini penting, apalagi akhir-akhir ini merebak ulat bulu,” kata Dian yang mengaku baru berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanhut) Kebumen, Ir Djoenedi Fatchurrahman MSi, terkait antisipasi wabah ulat bulu di sejumlah daerah tersebut.
Mengenai keberadaan sekolah tersebut, Dian meminta Pemkab untuk mengalokasikan dana pendamping. Dan, memberikan bantuan alat kepada petani yang sudah mengikuti sekolah lapang tersebut. (K5-55)

 

Suara Kedu

17 April 2011

Kamis, 14 April 2011

Kebagoran dan sekitarnya




KECAMATAN PEJAGOAN


Luas wilayah Kecamatan Pejagoan 34,580 km2 dengan jumlah penduduk 46,991 orang penduduk laki-laki 24.063 orang dan perempuan 22.928 orang. Jarak Kecamatan Pejagoan dari Kota Kebumen adalah 2,00 km dengan menggunakan angkutan umum, pedesaan atau bus. Banyaknya RT di Kecamatan Pejagoan 246 dan RW sebanyak 63 yang terbagi dalam 13 Desa.

Nama-nama Desa yang ada di Kecamatan Pejagoan adalah sebagai berikut :
1. WATULAWANG
2. KARANGPOH
3. KEDAWUNG
4. PEJAGOAN
5. KEBULUSAN
6. ADITIRTO
7. KUWAYUHAN
8. PENIRON
9. KEBAGORAN
10. PRIGI
11. JEMUR
12. LOGEDE
13. PENGARINGAN

Senin, 13 Desember 2010

Jalan Rusak di Desa Kebagoran

Jalan Rusak di Desa Kebagoran

         Beginilah kondisi ruas Jalan Tembana-Peniron saat ini,........ rusak,  berlubang, menyulitkan dan membahayakan. Apalagi sesaat setelah diguyur hujan licin dan di genangi air. Sungguh repotnya.., begitulah yang dikeluhkan para pengguna jalan di daerah ini.Tak hanya satu dua lubang jalan hal ini banyak di jumpai di sepanjang jalan Tembana-Peniron yang kian hari tampak semakin rusak. Kerusakan parah tampak terlihat  mulai dari Desa Kebagoran ke Utara. Keadaan ini cukup dikeluhkan oleh para pengguna jalan terlebih pada saat keadaan ramai seperti di waktu pagi hari menjelang para warga hendak berangkat beraktifitas selain kendaraan pribadi juga banyak juga kendaraan berbeban berat yang melintas, merekapun harus berhati-hati jika melintas di daerah tersebut selain jalan yang licin juga lubang yang cukup dalam bisa membahayakan pemakai jalan.
            Sebenarnya pembangunan jalan tersebut belum lama diselesaikan sekitar baru 2,5 tahun silam tetapi hal ini tak dapat bertahan lama kerusakan kian hari kian bertambah, disamping karena curah hujan akhir2 ini yang cukup tinggi, keadaan drainase juga mempengaruhi daya tahan jalan tersebut apalagi jumlah kendaran berat yang sering melintas di wilayah ini. Meskipun sudah ada kepedulian dari warga setempat untuk mencoba menutup jalan yang berlubang tersebut namun hal ini tak banyak membantu mengatasi hal ini. Masyarakat mengharapkan keadaan ini tidak lama berlangsung mengingat jalan ini cukup vital karena menghubungkan wilayah ini dengan pusat Kota Kebumen .